PAJAK HIBURAN

PAJAK HIBURAN

PAJAK HIBURAN

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Peraturan Daerah Kabupaten Sanggau Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Pajak Daerah.

Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2010, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pajak Hiburan.

Hiburan adalah semua jenis tontonan, pertunjukan, permainan, dan/atau keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran.

Pajak Hiburan dipungut atas jasa penyelenggaraan hiburan dengan dipungut bayaran.

  • OBJEK PAJAK

  1. Objek Pajak Hiburan adalah jasa penyelenggaraan hiburan dengan dipungut bayaran.

  2. Hiburan sebagaimana dimaksud pada angka (1), adalah:

    1. tontonan film;

    2. pagelaran kesenian, musik, tari, dan/atau busana;

    3. kontes kecantikan;

    4. pameran;

    5. diskotik, karaoke, klab malam dan sejenisnya;

    6. sirkus, akrobat dan sulap;

    7. permainan bilyar dan bowling;

    8. pacuan kuda dan pacuan kendaraan bermotor;

    9. permainan ketangkasan;

    10. panti pijat, refleksi, mandi uap/spa dan pusat kebugaran (fitness center);

    11. pertandingan olahraga;

  3. Dikecualikan dari objek Pajak Hiburan adalah penyelenggaran hiburan yang tidak dipungut bayaran pada acara pernikahan, upacara adat, kegiatan keagamaan, dan pameran buku.

  • SUBJEK PAJAK

Subjek Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau badan yang menikmati hiburan.

  • WAJIB PAJAK

Wajib Pajak Hiburan adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan hiburan.

  • DASAR PENGENAAN PAJAK

  1. Dasar pengenaan Pajak Hiburan adalah jumlah uang yang diterima atau yang seharusnya diterima oleh penyelenggara hiburan.

  2. Jumlah uang yang seharusnya diterima sebagaimana dimaksud pada angka (1), termasuk potongan harga dan tiket Cuma-Cuma yang diberikan kepada penerima jasa hiburan.

  • TARIF PAJAK

Sesuai dengan Perda No.3 tahun 2015 tentang Pajak Hiburan :

  1. Tarif pajak untuk pertunjukan film di bioskop ditetapkan :
    A. Film Impor sebesar 30 % ( Tiga Puluh Persen ).B. Film Nasional sebesar 20 % ( Dua Puluh Persen ).

  2. Tarif pajak pertunjukan kesenian antara lain kesenian Tradisional, Pertunjukan Sirkus, Pameran Seni, Pameran Busana, Kontes Kecantikan sebesar 10%         ( Sepuluh persen)

  3. Tarif pajak untuk pagelaran / pertunjukan musik dan tari sebesar 10% (sepuluh persen)

  4. Tarif pajak untuk diskotik, karaoke, klab malam, pub, bar, musik hidup (live music), musik dengan disck jockey (DJ) dan sejenisnya sebesar 35% (tiga puluh lima persen)

  5. Tarif pajak untuk Karoke ditetapkan sebesar 25% (dua puluh lima persen)

  6. Tarif pajak untuk Klab Malam ditetapkan sebesar 35% (tiga puluh lima persen)

  7. Tarif pajak untuk permainan bilyar, bowling sebesar 15%(lima belas persen)

  8. Tarif pajak untuk permainan ketangkasan dan sejenisnya sebesar 20% (dua puluh persen)

  9. Tarif pajak untuk panti pijat ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen)

  10. Tarif pajak untuk Mandi Uap dan sejenisnya ditetapkan sebesar 20% (dua puluh persen)

  11. Tarif pajak untuk pertandingan olahraga ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen).

  1. Besaran Pokok Pajak Hiburan yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dengan dasar penegenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.

  2. Pajak Hiburan yang terutang dipungut terhadap hotel yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sanggau.